Langsung ke konten utama

Thank You, Next


Nggak kerasa udah beberapa bulan berganti status jadi bukan mahasiswa. Banyak hal yang berubah, tapi yang paling kerasa adalah soal belajar. Pertanyaannya adalah setelah lulus, apa yang gua pelajari?

Hmm… mungkin pertama, I know better than dream. Gua nggak tau kalimat itu benar secara tata bahasa atau enggak, make sense atau enggak. Maksud gua adalah udah bukan masanya lagi buat meromantisasi mimpi atau cita-cita. Gua udah mulai sadar kalo gua nggak bisa mencapai apa-apa kalo gua aja bahkan nggak beranjak satu langkah pun dari “tempat tidur” gua.  Gua merasa kalimat motivasi you can be anything you want tanpa dibarengi dengan persyaratan-persyaratan yang harusnya dipenuhi lebih dulu itu adalah omong kosong yang digembar-gemborkan. Tapi gua juga paham kalo bertindak itu nggak mudah. Apalagi gua tau persis bahwa realita nggak semanis ekspektasi.

Kedua, gua semakin sadar kalo gua nggak berhak sama sekali buat iri sama orang lain. Nggak berhak marah berlebihan sama “ketidakadilan” yang gua rasakan. Karena sebenernya gua juga nggak paham adil yang gua maksud itu apa dan gimana. Apalagi kalo yang gua tuntut itu adalah keadilan dalam penguasaan hal-hal materil (read: kekayaan). Dan kadang keadilan yang gua maksud adalah adil buat gua sendiri, tanpa peduli orang lain ngerasa itu adil atau enggak.

Ketiga, semakin reaktif gua terhadap berita di sosial media, semakin menandakan kalo mental gua sedang tidak baik-baik saja. Gua butuh melakukan sesuatu. Rehat dari kegilaan kehidupan misalnya. Atau justru itu tanda kalo gua sedang tidak berjuang di dunia nyata. Sinyal kalo gua udah terlalu banyak membuang waktu buat ngasih makan adiksi internet gua.

Keempat, gua nggak perlu paham semuanya sekarang. Gua sering merasa kalo selesai studi sarjana gua harus udah punya perencanaan yang matang tentang hidup gua, gua harus udah punya pekerjaan yang settle, gua harus already figured out life. Tapi gua salah besar. Cara mainnya nggak gitu. Mungkin ada orang-orang yang bisa menerapkan itu semua langsung setelah lulus, tapi mungkin dia udah berjuang keras melebihi yang lain saat kuliah atau bahkan saat masih sekolah. Prinsip yang sedang gua coba terapkan adalah take your time to learn the options. Stay upwind. Asal lu nggak membuang-buang waktu, you’re good. Kita nggak sedang berlomba dengan siapa pun.

Kelima, jujur sama diri sendiri. Jujur sama niat gua. Ini level tersulit sih buat gua. Selama ini gua udah terlalu sering bohong sama diri gua sendiri, sampai gua ada di tahap percaya sama kebohongan yang gua ciptakan itu.

Yak, mungkin itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silver Lining

Ikhlas, hal yang satu ini gampang diucapin tapi nggak gampang dilakuin. Jadi inget, beberapa hari yang lalu, setelah struggle habis-habisan, setelah berusaha sekuat tenaga, dan setelah berdo'a. Sebelum pengumuman malah udah nangis duluan. Takut, ya itu yang saya rasain. Saat sampai puncaknya, tiba-tiba ibu bilang " Ikhlas kak, dulu waktu SMP kamu juga ikhlas kan?" saat itu juga saya berhenti nangis. Saat itu juga saya sadar dan inget lagi kalo Allah pasti ngasih yang terbaik dibalik apapun yang terjadi. Dan, Alhamdulillah Allah ngasih saya kesempatan untuk terus berjuang bersama teman-teman yang lain.Well, selamat ya para legenda :) Kalian SUPER. Hari itu juga saya diingatkan lagi kalo kata-kata bermimpilah setinggi-tingginya itu bener banget, dan pada saatnya nanti kita akan bilang terima kasih ya Allah atas mimpi-mimpi kita yang tercapai. Hanya saja, sekarang nggak boleh berpuas diri dulu. Karena perang belum selesai kan? Atau malah baru mulai? Satu lagi, "Ever...

Detective :D

3 tahun SMP itu sesuatu banget buat saya. Soalnya di SMP itulah saya mulai kenal banyak banget hal-hal bermanfaat, seru, mengesankan, pokoknya semuanya deh. Termasuk yang berhubungan sama dunia perdetektifan,drama-drama atau movies. Dan sampe sekarang saya masih suka sama  hal-hal tadi.  Dimulai dari detektif. Awal sukanya itu waktu beli buku Sherlock Holmes, terus pas dibaca ternyata seru banget. Habis baca-baca seri selanjutnya mulailah saya 'gila' dengan dunia perdetektifan. Sebenarnya dari dulu juga udah suka baca komik Conan, tapi setelah baca serial buatan Sir Arthur yang keren banget ini, saya pengen benget jadi detektif beneran, yang kemampuan analisis dan deduksinya tinggi. Habis itu, saya cari-cari lagi tentang detektif gitu, akhirnya saya nemuin novel serial hercule poirot, trio detektif,  komik DDS Q (Dan Detective School Q), sampe nonton movie atau dorama tentang detektif juga.  Terus, kenapa saya jadi suka detektif? Karena keren :D Karena de...

Kuliah

Jadi kepengen nulis lagi. Walaupun tulisannya masih alay, tapi nggak apa-apalah, itung-itung latihan. Nggak kerasa udah 1 semester jadi anak kuliah. Banyak hal yang udah dilaluin di MIPA, mulai dari OKK, PSAF, OPDB, kelas, sampe sekarang lagi jadi pengganguran alias libur atau disebut juga tidur-tiduran di rumah. Udah jadi mahasiswa, berarti udah punya sebutan baru, udah punya kebebasan baru mulai dari nggak pake seragam lagi sampe satu hari bisa masuk kelas cuma 2 jam doang terus pulang, dan yang nggak kalah penting dapet tanggung jawab baru yang lebih besar. Dari mulai OKK kita para maba udah dicekokin pemikiran-pemikiran untuk ngebentuk perubahan besar buat Indonesia dan dunia. Untuk ngebangun peradaban dengan sumber daya manusianya yang tangguh. Untuk jadi mahasiswa yang nggak cuma pinter di kelas, tapi bisa juga berkontribusi buat negaranya. Ini berat. Serius, setelah ngelaluin 1 semester di sini, saya malah jadi menggembel dan melemah. Semangat OKK, PSAF, OPDB nya tuh nggak...