Langsung ke konten utama

Produktif

Sekali lagi dapet ilmu baru setelah baca suatu blog.

Kali ini pelajaran yang saya ambil adalah tentang produktifitas. Bukan, bukan produktifitas yang selama ini saya dengar berkali-kali dari teman-teman sekolah. Bukan tentang bagaimana mengisi waktu untuk bisa menyelesaikan tugas sekolah dengan sempurna, atau belajar, belajar dan terus belajar materi sekolah. Walupun hal-hal tersebut memang penting, tapi ternyata ada loh hal lain yang nggak kalah penting dari teori-teori yang kita pelajari di sekolah, yaitu implementasinya. Suatu aksi nyata yang saya artikan sebagai produktifitas itu sendiri.

Setelah baca blog tersebut, saya jadi berpikir kalo "Oh iya ya, lu tuh udah sma, udah punya ktp malah, tapi apa yang udah lu kasih buat lingkungan lu? Buat sekitar lu? Lu sibuk ngapain aja? Sadar nggak lu kalo banyak yang lu bisa lakuin, tapi kesempatan-kesempatan itu malah lu sia-siain?"

Introspeksi diri juga jadinya, kalo selama ini memang belum produktif dalam hal 'berbuat sesuatu' buat lingkungan sekitar. Saya pun sadar kalau saya bukan orang yang gemar bersosialisasi, organisator handal, atau orang yang sering mewakili daerahnya bahkan negaranya untuk event-event kepemudaan. Tapi satu hal lagi yang saya pahami dari tulisan blog tersebut adalah, gimana caranya kita bisa share sesuatu dengan menjadi 'relawan' yang berguna buat orang-orang sekitar. Nggak perlu terlalu intens buat ikut praktek kerja sosial misalnya, yang harus dipahami adalah apa sebenarnya isu-isu atau masalah sosial yang beredar di sekitar kita, dan bagaimana kita bisa berkontribusi dengan cara sharing itu sendiri, dan memberi impact yang besar buat teratasinya masalah sosial tersebut.

Memang butuh empati, kesadaran, dan kemauan yang tinggi untuk bisa melaksanakan berbagai aksi nyata tersebut. Saya juga masih jauh dari kriteria pemuda yang produktif, hanya saja saya akan mencoba untuk lebih peka lagi dan terus mengasah potensi diri terutama di bidang softskill.

Yuk sama-sama jadi pemuda yang produktif :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silver Lining

Ikhlas, hal yang satu ini gampang diucapin tapi nggak gampang dilakuin. Jadi inget, beberapa hari yang lalu, setelah struggle habis-habisan, setelah berusaha sekuat tenaga, dan setelah berdo'a. Sebelum pengumuman malah udah nangis duluan. Takut, ya itu yang saya rasain. Saat sampai puncaknya, tiba-tiba ibu bilang " Ikhlas kak, dulu waktu SMP kamu juga ikhlas kan?" saat itu juga saya berhenti nangis. Saat itu juga saya sadar dan inget lagi kalo Allah pasti ngasih yang terbaik dibalik apapun yang terjadi. Dan, Alhamdulillah Allah ngasih saya kesempatan untuk terus berjuang bersama teman-teman yang lain.Well, selamat ya para legenda :) Kalian SUPER. Hari itu juga saya diingatkan lagi kalo kata-kata bermimpilah setinggi-tingginya itu bener banget, dan pada saatnya nanti kita akan bilang terima kasih ya Allah atas mimpi-mimpi kita yang tercapai. Hanya saja, sekarang nggak boleh berpuas diri dulu. Karena perang belum selesai kan? Atau malah baru mulai? Satu lagi, "Ever...

Detective :D

3 tahun SMP itu sesuatu banget buat saya. Soalnya di SMP itulah saya mulai kenal banyak banget hal-hal bermanfaat, seru, mengesankan, pokoknya semuanya deh. Termasuk yang berhubungan sama dunia perdetektifan,drama-drama atau movies. Dan sampe sekarang saya masih suka sama  hal-hal tadi.  Dimulai dari detektif. Awal sukanya itu waktu beli buku Sherlock Holmes, terus pas dibaca ternyata seru banget. Habis baca-baca seri selanjutnya mulailah saya 'gila' dengan dunia perdetektifan. Sebenarnya dari dulu juga udah suka baca komik Conan, tapi setelah baca serial buatan Sir Arthur yang keren banget ini, saya pengen benget jadi detektif beneran, yang kemampuan analisis dan deduksinya tinggi. Habis itu, saya cari-cari lagi tentang detektif gitu, akhirnya saya nemuin novel serial hercule poirot, trio detektif,  komik DDS Q (Dan Detective School Q), sampe nonton movie atau dorama tentang detektif juga.  Terus, kenapa saya jadi suka detektif? Karena keren :D Karena de...

Kuliah

Jadi kepengen nulis lagi. Walaupun tulisannya masih alay, tapi nggak apa-apalah, itung-itung latihan. Nggak kerasa udah 1 semester jadi anak kuliah. Banyak hal yang udah dilaluin di MIPA, mulai dari OKK, PSAF, OPDB, kelas, sampe sekarang lagi jadi pengganguran alias libur atau disebut juga tidur-tiduran di rumah. Udah jadi mahasiswa, berarti udah punya sebutan baru, udah punya kebebasan baru mulai dari nggak pake seragam lagi sampe satu hari bisa masuk kelas cuma 2 jam doang terus pulang, dan yang nggak kalah penting dapet tanggung jawab baru yang lebih besar. Dari mulai OKK kita para maba udah dicekokin pemikiran-pemikiran untuk ngebentuk perubahan besar buat Indonesia dan dunia. Untuk ngebangun peradaban dengan sumber daya manusianya yang tangguh. Untuk jadi mahasiswa yang nggak cuma pinter di kelas, tapi bisa juga berkontribusi buat negaranya. Ini berat. Serius, setelah ngelaluin 1 semester di sini, saya malah jadi menggembel dan melemah. Semangat OKK, PSAF, OPDB nya tuh nggak...