Yeeay! Akhirnya, setelah lama bingung mau nulis apa, sekarang kesampean juga ngebuat posting baru.
Oke, saat orang-orang lagi sibuk mikirin produktivitas saat 'liburan' kali ini, saya malah tertarik nyoba & nyari tau hal-hal yang menarik buat saya. Jadi, mau share nih tentang beberapa hal yang berhasil ngisi waktu saya:
1. Nyari soal psikotes.
Awal hari libur saya nyari-nyari soal psikotes gitu dan berujung pada suatu blog. Di blog itu dia ngebahas soal-soal psikotes mulai dari tipe Kraepelin-Pauli sampe tipe Wartegg. Seru aja bacanya, soalnya cara ngebahas jawabannya kocak. Setelah bosen sama soal-soal itu, saya baca post lain tentang origami dan papertoys yang dia buat. Karena keliatannya seru, saya memutuskan untuk mengikuti saran si penulis buat search tutorial origami di youtube. Dan, tadaa beberapa waktu kemudian saya keasyikan lipet-lipet kertas.
2. Download tutorial bikin 'kucing' dari youtube.
Ya, seperti yang saya bilang tadi, saya search tutorial bikin origami di youtube dan langsung tertarik buat bikin pembatas buku berbentuk kucing. Pas awal-awal liat tutorialnya, "wah gampang nih" pikir saya masih optimis gitu. Pas tengah-tengah, "kok nggak bisa ya. Gimana sih itu." Udah mulai nggak sabaran dan menyalahkan internet yang lambat buat download, jadi harus nonton di youtube yang juga lama bufferingnya. Mulai keringetan, kertasnya juga mulai robek-robek, hampir-hampir give up nggak mau bikin sama sekali. Tapi karena penasaran, akhirnya nunggu download-an selesai dan nyoba lagi buat bikin si 'kucing' unyu. Lipet pelan-pelan, sambil pause-pause video nya, dan yes akhirnya bisa juga bikin satu kucing. Habis itu pamer deh ke adek hehe..
3. Nyari info seputar beasiswa dan kuliah di luar negeri.
Nah ini nih baru mulai serius. Pas sok-sok an mau belajar, eh tergoda juga buka internet dan kepikiran buat kepo-in info salah satu mimpi saya: kuliah di luar negeri. Pertama-tama saya nyari info beasiswa monbukagakusho buat program undergraduate. Saya penasaran aja, gimana sih caranya apply besiswa yang bergengsi itu. Tapi pas buka soal-soal tahun sebelumnya, agak takjub juga, soalnya materi tes biologi aja setingkat campbell, ya walaupun nggak sedetail buat olim, tapi tetep menantang. Terus liat soal matematikanya, fisika, kimia, langsung facepalm. Harusnya bisa kok kalo belajar. Cuma ini dia masalahnya, submit form nya aja bulan Mei, lah kapan belajarnya? Mana belum siap apa-apa lagi. Setelah dipikir-pikir, yaudahlah beasiswanya s2 aja ._.v
Karena masih penasaran sama beasiswa-beasiswa lain, berlanjutlah kepada pencarian beasiwa ke Amerika dan Jerman. Serach, search, eh ketemu artikel gitu tentang kuliah di luar negeri yang isinya agak beda juga sama asumsi saya selama ini. Intinya: kalo kalian mau kuliah ke luar negeri, fokus sama universitasnya bukan sama beasiswanya. Di artikel itu dia cerita tentang pengalaman dia & fakta-fakta kalo program beasiswa kadang nggak sesuai sama timing pendaftaran universitas yang dituju, bisa-bisa bukan diterima di universitas yang bagus, tapi malah yang biasa aja atau malah gagal buat kuliah di luar negeri, ya karena itu tadi, kita terlalu fokus sama beasiswanya bukan universitasnya.
Ke-kepoan pun berlanjut ke artikel lain yang ada di web ini. Kali ini ceritanya tentang cara nulis essay yang kece. Jadi di situ ada satu essay yang ditampilin, pas liat judulnya, pertanyaan "waduh dia mau cerita tentang apa nih?", langsung terlontar di pikiran saya. Soalnya judulnya tuh catchy banget & mungkin keliatan inappropriate buat di-apply ke univ yang dituju. Liat dari tulisan pembuka dari pengupload sih, si penulis yang sekaligus pengirim essay, keterima di beberapa universitas di Amerika lewat essay yang dia buat ini. Oke, mulai deh baca. Pas udah selesai baca, langsung merasa setuju banget sama komen di bawahnya, kalo essay ini emang keren! Gimana enggak, selain kita bisa tau kepribadian penulisnya, pemikiran kita terbuka akan hal-hal yang selama ini terlupakan, tentang cara pandang berbeda. Yang nggak kalah penting adalah, kelihaian penulis untuk mengangkat suatu scene dalam hidupnya menjadi sesuatu yang layak untuk ditelusuri lebih dalam lagi maknanya, dan juga kemampuannya untuk 'memikat' penyeleksi essay, dengan memasukkan tokoh yang terkait dengan universitas mereka. Pokoknya salut banget buat penulis, nggak salah kalo dia berhasil keterima di mana-mana yang salah satu faktornya adalah 'daring essay' yang dia buat.
Hmm.. Karena udah nggak tau lagi apa yang harus diceritain, jadi sampai di sini dulu posting kali ini.
Tetap semangat belajar hal baru ^^9
Oke, saat orang-orang lagi sibuk mikirin produktivitas saat 'liburan' kali ini, saya malah tertarik nyoba & nyari tau hal-hal yang menarik buat saya. Jadi, mau share nih tentang beberapa hal yang berhasil ngisi waktu saya:
1. Nyari soal psikotes.
Awal hari libur saya nyari-nyari soal psikotes gitu dan berujung pada suatu blog. Di blog itu dia ngebahas soal-soal psikotes mulai dari tipe Kraepelin-Pauli sampe tipe Wartegg. Seru aja bacanya, soalnya cara ngebahas jawabannya kocak. Setelah bosen sama soal-soal itu, saya baca post lain tentang origami dan papertoys yang dia buat. Karena keliatannya seru, saya memutuskan untuk mengikuti saran si penulis buat search tutorial origami di youtube. Dan, tadaa beberapa waktu kemudian saya keasyikan lipet-lipet kertas.
2. Download tutorial bikin 'kucing' dari youtube.
Ya, seperti yang saya bilang tadi, saya search tutorial bikin origami di youtube dan langsung tertarik buat bikin pembatas buku berbentuk kucing. Pas awal-awal liat tutorialnya, "wah gampang nih" pikir saya masih optimis gitu. Pas tengah-tengah, "kok nggak bisa ya. Gimana sih itu." Udah mulai nggak sabaran dan menyalahkan internet yang lambat buat download, jadi harus nonton di youtube yang juga lama bufferingnya. Mulai keringetan, kertasnya juga mulai robek-robek, hampir-hampir give up nggak mau bikin sama sekali. Tapi karena penasaran, akhirnya nunggu download-an selesai dan nyoba lagi buat bikin si 'kucing' unyu. Lipet pelan-pelan, sambil pause-pause video nya, dan yes akhirnya bisa juga bikin satu kucing. Habis itu pamer deh ke adek hehe..
3. Nyari info seputar beasiswa dan kuliah di luar negeri.
Nah ini nih baru mulai serius. Pas sok-sok an mau belajar, eh tergoda juga buka internet dan kepikiran buat kepo-in info salah satu mimpi saya: kuliah di luar negeri. Pertama-tama saya nyari info beasiswa monbukagakusho buat program undergraduate. Saya penasaran aja, gimana sih caranya apply besiswa yang bergengsi itu. Tapi pas buka soal-soal tahun sebelumnya, agak takjub juga, soalnya materi tes biologi aja setingkat campbell, ya walaupun nggak sedetail buat olim, tapi tetep menantang. Terus liat soal matematikanya, fisika, kimia, langsung facepalm. Harusnya bisa kok kalo belajar. Cuma ini dia masalahnya, submit form nya aja bulan Mei, lah kapan belajarnya? Mana belum siap apa-apa lagi. Setelah dipikir-pikir, yaudahlah beasiswanya s2 aja ._.v
Karena masih penasaran sama beasiswa-beasiswa lain, berlanjutlah kepada pencarian beasiwa ke Amerika dan Jerman. Serach, search, eh ketemu artikel gitu tentang kuliah di luar negeri yang isinya agak beda juga sama asumsi saya selama ini. Intinya: kalo kalian mau kuliah ke luar negeri, fokus sama universitasnya bukan sama beasiswanya. Di artikel itu dia cerita tentang pengalaman dia & fakta-fakta kalo program beasiswa kadang nggak sesuai sama timing pendaftaran universitas yang dituju, bisa-bisa bukan diterima di universitas yang bagus, tapi malah yang biasa aja atau malah gagal buat kuliah di luar negeri, ya karena itu tadi, kita terlalu fokus sama beasiswanya bukan universitasnya.
Ke-kepoan pun berlanjut ke artikel lain yang ada di web ini. Kali ini ceritanya tentang cara nulis essay yang kece. Jadi di situ ada satu essay yang ditampilin, pas liat judulnya, pertanyaan "waduh dia mau cerita tentang apa nih?", langsung terlontar di pikiran saya. Soalnya judulnya tuh catchy banget & mungkin keliatan inappropriate buat di-apply ke univ yang dituju. Liat dari tulisan pembuka dari pengupload sih, si penulis yang sekaligus pengirim essay, keterima di beberapa universitas di Amerika lewat essay yang dia buat ini. Oke, mulai deh baca. Pas udah selesai baca, langsung merasa setuju banget sama komen di bawahnya, kalo essay ini emang keren! Gimana enggak, selain kita bisa tau kepribadian penulisnya, pemikiran kita terbuka akan hal-hal yang selama ini terlupakan, tentang cara pandang berbeda. Yang nggak kalah penting adalah, kelihaian penulis untuk mengangkat suatu scene dalam hidupnya menjadi sesuatu yang layak untuk ditelusuri lebih dalam lagi maknanya, dan juga kemampuannya untuk 'memikat' penyeleksi essay, dengan memasukkan tokoh yang terkait dengan universitas mereka. Pokoknya salut banget buat penulis, nggak salah kalo dia berhasil keterima di mana-mana yang salah satu faktornya adalah 'daring essay' yang dia buat.
Hmm.. Karena udah nggak tau lagi apa yang harus diceritain, jadi sampai di sini dulu posting kali ini.
Tetap semangat belajar hal baru ^^9
Komentar
Posting Komentar