Langsung ke konten utama

Catatan Mahasiswa Tingkat Akhir

Kalau kata seorang senior, kehidupan kampus itu menyenangkan sampe sebelum skripsi menghadang. Well, that's true.

I mean, life as a university student is already demanding before 'skripsi', but 'skripsi' is definitely a different realm. The pressure is real. Especially when you do your 'skripsi' outside your campus; at an institution or a real office, the pressure is much more huge (at least in my case).You have to do good, to do right, on time, and discipline. And at the same time you are worrying about your future. About your dream, about reality, and maybe about your fear.

And now, be prepared to read my long rant about my messy thought on life after university.

Tentang Paska Kampus

Jadi, sebenernya kegalauan soal paska kampus udah mulai ada sejak tahun lalu, tepatnya semester 6 akhir. Kegalauan akan milih kerja atau lanjut kuliah S2. Pertanyaan selanjutnya adalah kalau milih kerja ataupun kuliah, mau di mana, bagaimana cara dapetinnya, dan bagaimana kita yakin dengan pilihan kita. Pas kegalauan itu muncul, mulailah juga proses pencarian info sebanyak-banyaknya. Mulai dari browsing, baca buku, ngobrol dengan banyak orang, dengerin podcast, sampe nyari-nyari video di youtube tentang istilahnya "everything that a twenty-something-soon-to-be-fresh-graduate should know before stepping to the real world".


Kerja

"Setelah lulus, mau kerja di mana?"
Kira-kira begitulah pertanyaan yang sering terdengar oleh mahasiswa tingkat akhir. Responsnya pun bermacam-macam, ada yang sudah yakin mau kerja atau bahkan sudah diterima bekerja di suatu perusahaan dan ada yang masih kebingungan atau bahkan paralyzed pas denger pertanyaan itu. Dan saya, termasuk kategori yang terakhir. Bingung. ParalyzedHave too much expectations. Berpikir bahwa seorang sarjana sains idealnya sudah bisa memetakan akan bagaimana hidup ke depannya. Penelitian hebat apa yang akan dilakukan. Proyek keren apa yang akan dikerjakan.
Tapi kenyataannya nggak gitu. Reality is so much harsh.
Melihat alumni misalnya. Ada alumni yang jadi peneliti atau dosen, istiqomah menerapkan ilmu sains yang didapatkan di bangku perkuliahan. Ada yang berbelok karena menemukan kecintaan di bidang lain. Atau ada juga yang terbentur realita dan harus bekerja di bidang yang bisa dibilang sama sekali tidak berhubungan dengan gelar sarjananya.
Mengetahui kebingungan ini, saya jadi sedikit banyak menyayangkan kurangnya pengalaman kerja saya selama menjadi mahasiswa. Saya nggak tau banyak apalagi mencoba berbagai pekerjaan yang sekiranya bisa menjadi opsi setelah lulus nanti. Padahal ini penting. Walaupun nantinya setelah lulus kita memilih bangun startup, punya bisnis sendiri, atau kuliah S2 di luar negeri, pengalaman kerja selama kuliah akan sangat membantu. Pengalaman kerja jadi semacam trailer kehidupan sebenarnya. Jadi, sedikit tips buat temen-temen yang masih kuliah di tingkat awal, gunain masa kuliah sebaik-baiknya buat nyobain macem-macem pekerjaan. Pas liburan jangan cuma ambil semester pendek atau bahkan gabut tidur-tiduran di rumah (contohnya saya). Karena sayang banget, kuliah adalah saatnya mencari jati diri, dan pencarian jati diri itu juga termasuk di bidang pekerjaan yang kita mau.


Kuliah S2

Pilihan S2 (terutama ke luar negeri) juga merupakan pilihan favorit para fresh graduate. Menurut saya, kuliah S2 menjadi pilihan tepat kalau kita sudah benar-benar yakin dengan bidang yang mau kita tekuni dan paham akan bagaimana penerapan ilmu yang didapatkan ke depannya.
Tapi entah kenapa, trennya adalah kalau nggak tau mau kerja apa, maka kuliah S2 dirasa merupakan pilihan keren tanpa tau setelah S2 mau ke mana. Kuliah S2 semacam pelarian dari keabsenan status seseorang setelah tidak lagi menjadi mahasiswa.
Dan saya nggak mau berakhir memilih pilihan ini tanpa dasar yang kuat.


At the end of the day, saya masih nggak tau akan berada di jalur yang mana nantinya. Tapi dalam proses berpikir dan mencari informasi, saya menemukan beberapa hal yang mungkin bisa diterapkan.

  1. Apapun opsi yang akan saya pilih, saya harus pastikan bahwa pilihan itu benar-benar berasal dari kemauan saya. Jujur sama diri sendiri. Bukan cuma ikut-ikutan orang lain. Bukan karena gengsi.
  2. Stop waiting for passion to miraculously appears. Stop being a dreamer and start being a doer. Maybe you start being a crap, but that's okay. Keep going. Stay on the bus.
  3. Sebenarnya sukses yang kita mau itu seperti apa? Kita mau buktiin ke siapa? Dan kenapa harus buru-buru? Kalau kata GaryVee, you have to be extremely patient and enjoy the hard work.

So yeah, cheers :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ga kerasa udah dua semester aja. Udah mulai memahami ritmenya bio yang cukup dibuat pusing dengan berbagai laprak. Udah dua semester berarti harusnya udah bisa bertindak selayaknya mahasiswa. Seharusnya udah jadi kece seperti yang diidealkan. Tapi kenyataannya enggak. Masih freestyle aja ternyata. Masih santai-santai aja sama semuanya. Baru ngeh kenapa orang-orang segitu galaunya kalau gabut atau nggak produktif. Baru ngeh kenapa orang-orang rela begadang untuk nyelesaiin tugas-tugasnya. Sekarang tau alasannya. Karena kita semakin menua tapi belum tentu dewasa. Karena kita terlalu banyak teori tapi belum ada action -nya. Mungkin bukan kita, tapi saya lebih tepatnya. Dua puluh tiga tahun. Itu target yang diset buat aktualisasi diri. Waktu pembuktian buat jadi seseorang. Dan entah kabar baik atau buruk, 23 tahun itu sebentar lagi. Kalau ditanya mau jadi apa nantinya, saya pun masih bingung. Masih mencari mimpi-mimpi baru di tempat ini. Masih perlu eksplorasi lebih banyak hal lagi ...
Kalau terus ngebandingin sama tetangga sebelah mah emang nggak ada habisnya Dia yang lomba di sini, exchange di situ, konferensi di sana Kita emang nggak pernah tau kapan kesempatan bakal dateng ke kita Nggak pernah tau di mana rezeki kita Yang kita bisa lakuin ya cuma berusaha dan berdo'a Udah itu aja Selebihnya mah urusan Yang Maha Segalanya :)

First We Need The Love - Zain Bhikha ft. Rashid Bhikha

As we sail, across the sea of life So much pain, warring divides It’s a shame; we don’t see how it can be Oh we need to smile at each other Reach for your brother Help one another, all/what we need is love Oh we need to honor our mothers Shelter our sisters Alter existence, God’s help will come from up above But, First we need the love All the games people playing now Fuel the flames, hatred devours Lets spark a change, that’s within all of us I am in the birds I am in the trees from the brown branches to the the green leaves I'm colorful spectrum infinite I touch all indiscriminate breed compassion and sentiment limitless in my power to heal the hearts of men but they are so forgetful that's why I remind on an instrumental this life is a trial can never the let the test effect your smile reach for your brother go the extra mile kiss for ya mother hug your sister let your wife know that you miss her know that you can never give up when you fall to the floor I'm t...