Langsung ke konten utama

Menyoal Rezeki

Pertemuan "lingkaran" pekan ini sukses menenangkan saya- si mahasiswa tingkat akhir yang kebingungan. Sangat berterima kasih dengan teteh-teteh yang berbaik hati membagi pengalaman dan insights yang diperoleh dari dunia kerja.

Menyoal rezeki.

Rezeki itu: yang kita makan atau konsumsi, yang kita pakai hingga usang, dan yang kita sedekahkan.

Jadi berpikir lagi, kalau yang disebut rezeki adalah sesuatu yang termasuk kriteria tersebut, sebenarnya seberapa banyakkah uang yang selama ini kita terima adalah rezeki kita? Apakah manajemen keuangan yang kita lakukan sudah benar?
Merasa diingatkan kembali tentang pentingnya sedekah, bagaimana sedekah bisa membersihkan harta dari yang bukan haknya.

Kemudian, tentang rezeki yang sudah diatur, tentang berusaha sebaik-baiknya di masa sekarang, dan tentang tidak perlunya terlalu sibuk galau memikirkan rezeki di masa depan, masa yang belum tentu kita bisa sampai ke sana. Bukan berarti tidak perlu membuat plan, membuat perencanaan sematang mungkin itu perlu, tapi terlalu gelisah memikirkan hasil akhirnya itu, sia-sia.


So, siap menjemput rezeki yang berkah?  :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ga kerasa udah dua semester aja. Udah mulai memahami ritmenya bio yang cukup dibuat pusing dengan berbagai laprak. Udah dua semester berarti harusnya udah bisa bertindak selayaknya mahasiswa. Seharusnya udah jadi kece seperti yang diidealkan. Tapi kenyataannya enggak. Masih freestyle aja ternyata. Masih santai-santai aja sama semuanya. Baru ngeh kenapa orang-orang segitu galaunya kalau gabut atau nggak produktif. Baru ngeh kenapa orang-orang rela begadang untuk nyelesaiin tugas-tugasnya. Sekarang tau alasannya. Karena kita semakin menua tapi belum tentu dewasa. Karena kita terlalu banyak teori tapi belum ada action -nya. Mungkin bukan kita, tapi saya lebih tepatnya. Dua puluh tiga tahun. Itu target yang diset buat aktualisasi diri. Waktu pembuktian buat jadi seseorang. Dan entah kabar baik atau buruk, 23 tahun itu sebentar lagi. Kalau ditanya mau jadi apa nantinya, saya pun masih bingung. Masih mencari mimpi-mimpi baru di tempat ini. Masih perlu eksplorasi lebih banyak hal lagi ...
Kalau terus ngebandingin sama tetangga sebelah mah emang nggak ada habisnya Dia yang lomba di sini, exchange di situ, konferensi di sana Kita emang nggak pernah tau kapan kesempatan bakal dateng ke kita Nggak pernah tau di mana rezeki kita Yang kita bisa lakuin ya cuma berusaha dan berdo'a Udah itu aja Selebihnya mah urusan Yang Maha Segalanya :)

First We Need The Love - Zain Bhikha ft. Rashid Bhikha

As we sail, across the sea of life So much pain, warring divides It’s a shame; we don’t see how it can be Oh we need to smile at each other Reach for your brother Help one another, all/what we need is love Oh we need to honor our mothers Shelter our sisters Alter existence, God’s help will come from up above But, First we need the love All the games people playing now Fuel the flames, hatred devours Lets spark a change, that’s within all of us I am in the birds I am in the trees from the brown branches to the the green leaves I'm colorful spectrum infinite I touch all indiscriminate breed compassion and sentiment limitless in my power to heal the hearts of men but they are so forgetful that's why I remind on an instrumental this life is a trial can never the let the test effect your smile reach for your brother go the extra mile kiss for ya mother hug your sister let your wife know that you miss her know that you can never give up when you fall to the floor I'm t...