Langsung ke konten utama

Menyoal Rezeki

Pertemuan "lingkaran" pekan ini sukses menenangkan saya- si mahasiswa tingkat akhir yang kebingungan. Sangat berterima kasih dengan teteh-teteh yang berbaik hati membagi pengalaman dan insights yang diperoleh dari dunia kerja.

Menyoal rezeki.

Rezeki itu: yang kita makan atau konsumsi, yang kita pakai hingga usang, dan yang kita sedekahkan.

Jadi berpikir lagi, kalau yang disebut rezeki adalah sesuatu yang termasuk kriteria tersebut, sebenarnya seberapa banyakkah uang yang selama ini kita terima adalah rezeki kita? Apakah manajemen keuangan yang kita lakukan sudah benar?
Merasa diingatkan kembali tentang pentingnya sedekah, bagaimana sedekah bisa membersihkan harta dari yang bukan haknya.

Kemudian, tentang rezeki yang sudah diatur, tentang berusaha sebaik-baiknya di masa sekarang, dan tentang tidak perlunya terlalu sibuk galau memikirkan rezeki di masa depan, masa yang belum tentu kita bisa sampai ke sana. Bukan berarti tidak perlu membuat plan, membuat perencanaan sematang mungkin itu perlu, tapi terlalu gelisah memikirkan hasil akhirnya itu, sia-sia.


So, siap menjemput rezeki yang berkah?  :)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Silver Lining

Ikhlas, hal yang satu ini gampang diucapin tapi nggak gampang dilakuin. Jadi inget, beberapa hari yang lalu, setelah struggle habis-habisan, setelah berusaha sekuat tenaga, dan setelah berdo'a. Sebelum pengumuman malah udah nangis duluan. Takut, ya itu yang saya rasain. Saat sampai puncaknya, tiba-tiba ibu bilang " Ikhlas kak, dulu waktu SMP kamu juga ikhlas kan?" saat itu juga saya berhenti nangis. Saat itu juga saya sadar dan inget lagi kalo Allah pasti ngasih yang terbaik dibalik apapun yang terjadi. Dan, Alhamdulillah Allah ngasih saya kesempatan untuk terus berjuang bersama teman-teman yang lain.Well, selamat ya para legenda :) Kalian SUPER. Hari itu juga saya diingatkan lagi kalo kata-kata bermimpilah setinggi-tingginya itu bener banget, dan pada saatnya nanti kita akan bilang terima kasih ya Allah atas mimpi-mimpi kita yang tercapai. Hanya saja, sekarang nggak boleh berpuas diri dulu. Karena perang belum selesai kan? Atau malah baru mulai? Satu lagi, "Ever...

Detective :D

3 tahun SMP itu sesuatu banget buat saya. Soalnya di SMP itulah saya mulai kenal banyak banget hal-hal bermanfaat, seru, mengesankan, pokoknya semuanya deh. Termasuk yang berhubungan sama dunia perdetektifan,drama-drama atau movies. Dan sampe sekarang saya masih suka sama  hal-hal tadi.  Dimulai dari detektif. Awal sukanya itu waktu beli buku Sherlock Holmes, terus pas dibaca ternyata seru banget. Habis baca-baca seri selanjutnya mulailah saya 'gila' dengan dunia perdetektifan. Sebenarnya dari dulu juga udah suka baca komik Conan, tapi setelah baca serial buatan Sir Arthur yang keren banget ini, saya pengen benget jadi detektif beneran, yang kemampuan analisis dan deduksinya tinggi. Habis itu, saya cari-cari lagi tentang detektif gitu, akhirnya saya nemuin novel serial hercule poirot, trio detektif,  komik DDS Q (Dan Detective School Q), sampe nonton movie atau dorama tentang detektif juga.  Terus, kenapa saya jadi suka detektif? Karena keren :D Karena de...

Kuliah

Jadi kepengen nulis lagi. Walaupun tulisannya masih alay, tapi nggak apa-apalah, itung-itung latihan. Nggak kerasa udah 1 semester jadi anak kuliah. Banyak hal yang udah dilaluin di MIPA, mulai dari OKK, PSAF, OPDB, kelas, sampe sekarang lagi jadi pengganguran alias libur atau disebut juga tidur-tiduran di rumah. Udah jadi mahasiswa, berarti udah punya sebutan baru, udah punya kebebasan baru mulai dari nggak pake seragam lagi sampe satu hari bisa masuk kelas cuma 2 jam doang terus pulang, dan yang nggak kalah penting dapet tanggung jawab baru yang lebih besar. Dari mulai OKK kita para maba udah dicekokin pemikiran-pemikiran untuk ngebentuk perubahan besar buat Indonesia dan dunia. Untuk ngebangun peradaban dengan sumber daya manusianya yang tangguh. Untuk jadi mahasiswa yang nggak cuma pinter di kelas, tapi bisa juga berkontribusi buat negaranya. Ini berat. Serius, setelah ngelaluin 1 semester di sini, saya malah jadi menggembel dan melemah. Semangat OKK, PSAF, OPDB nya tuh nggak...