Ga kerasa udah dua semester aja. Udah mulai memahami ritmenya bio yang cukup dibuat pusing dengan berbagai laprak. Udah dua semester berarti harusnya udah bisa bertindak selayaknya mahasiswa. Seharusnya udah jadi kece seperti yang diidealkan. Tapi kenyataannya enggak. Masih freestyle aja ternyata. Masih santai-santai aja sama semuanya.
Baru ngeh kenapa orang-orang segitu galaunya kalau gabut atau nggak produktif. Baru ngeh kenapa orang-orang rela begadang untuk nyelesaiin tugas-tugasnya. Sekarang tau alasannya. Karena kita semakin menua tapi belum tentu dewasa. Karena kita terlalu banyak teori tapi belum ada action-nya. Mungkin bukan kita, tapi saya lebih tepatnya.
Dua puluh tiga tahun. Itu target yang diset buat aktualisasi diri. Waktu pembuktian buat jadi seseorang. Dan entah kabar baik atau buruk, 23 tahun itu sebentar lagi.
Kalau ditanya mau jadi apa nantinya, saya pun masih bingung. Masih mencari mimpi-mimpi baru di tempat ini. Masih perlu eksplorasi lebih banyak hal lagi sebelum benar-benar menetapkan hati dan memperjuangkan cita-cita.
Baru ngeh kenapa orang-orang segitu galaunya kalau gabut atau nggak produktif. Baru ngeh kenapa orang-orang rela begadang untuk nyelesaiin tugas-tugasnya. Sekarang tau alasannya. Karena kita semakin menua tapi belum tentu dewasa. Karena kita terlalu banyak teori tapi belum ada action-nya. Mungkin bukan kita, tapi saya lebih tepatnya.
Dua puluh tiga tahun. Itu target yang diset buat aktualisasi diri. Waktu pembuktian buat jadi seseorang. Dan entah kabar baik atau buruk, 23 tahun itu sebentar lagi.
Kalau ditanya mau jadi apa nantinya, saya pun masih bingung. Masih mencari mimpi-mimpi baru di tempat ini. Masih perlu eksplorasi lebih banyak hal lagi sebelum benar-benar menetapkan hati dan memperjuangkan cita-cita.
Komentar
Posting Komentar