Langsung ke konten utama

Tertolak

Pernah, seorang teteh mentor bilang kurang lebih begini : "Saat kita dikasih cobaan, harusnya kita bersyukur, berarti Allah masih perhatian sama kita jadi kita ditempa terus olehNya, justru kita harus bertanya-tanya apa ada yang salah dari kita, kalau hidup kita terasa mulus, tidak ada rintangan, karena mungkin saja Allah memutuskan untuk membiarkan kita." Naudzubillah.. Waktu itu saya hanya menyimak dan mengingatnya di otak saya. Tapi saat  ini, saya benar-benar mengerti bagaimana harus bersyukurnya kita, dan sulitnya untuk ikhlas dalam menghadapi cobaan itu sendiri.


Kemarin sudah ada pengumuman, ini bukan soal pengumuman SBMPTN, tapi tentang hal lain yang dinanti-nantikan sebagian besar siswa-siswi SMA se-Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk kedua dan terakhir kalinya saya gagal berada di deretan nama itu. Respon pertama saya hanya diam dan blank melihat daftar nama tersebut. Saya pun akhirnya menangis. Inilah jawaban Allah, saya bukan ditempatkan di sana walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa saya ingin. Kemudian pikiran-pikiran sedih lain pun datang, saya tidak menolaknya, saya tidak langsung mengubahnya menjadi pikiran positif, saya tidak tersenyum atau kembali semangat saat itu juga, karena saya memang belum mau. Saya ingin merasakan sakitnya, kecewanya, sampai saya benar-benar 'sembuh' dan siap untuk 'meroket' kembali.

Bersyukurnya saya dengan adanya kehadiran ibu dan adik, yang mengerti, yang siap memeluk, dan menghibur dengan caranya yang unik, juga bapak yang tak henti-hentinya memotivasi. Setelah beberapa jam berdiam diri sambil terus menangis sambil berpikir, akhirnya saya merasa lega setelah memanjatkan sebuah do'a sederhana; "Terima kasih Ya Allah atas jawaban dan kesempatan yang Engkau berikan. Terima kasih atas semuanya."  Ya, sebuah kata ajaib;Terima kasih, telah mampu membuat saya merevisi kembali mimpi saya. Ibu juga bilang : "Nggak apa-apa kak, dibalik semua ini pasti ada rencana Allah yang lebih baik lagi. Walaupun kita pengen, tapi mungkin itu memang bukan yang terbaik." Kata-kata itu sering diucapkan, bahkan oleh saya sendiri, tapi ya lagi-lagi saya baru benar-benar merasakannya sekarang.


Saya tidak tahu apa saya benar-benar sudah 'berpindah' atau hanya persaan saja, karena saya belum masuk sekolah dan menghadapi 'realitanya' di sana. Saya memang sudah tertolak, tapi ini bukan akhir dunia to?




Seperti gambar ini, orang sukses memang banyak rintangannya ya :)




Yang akhirnya bisa  tersenyum kembali 

Haz
:) 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ga kerasa udah dua semester aja. Udah mulai memahami ritmenya bio yang cukup dibuat pusing dengan berbagai laprak. Udah dua semester berarti harusnya udah bisa bertindak selayaknya mahasiswa. Seharusnya udah jadi kece seperti yang diidealkan. Tapi kenyataannya enggak. Masih freestyle aja ternyata. Masih santai-santai aja sama semuanya. Baru ngeh kenapa orang-orang segitu galaunya kalau gabut atau nggak produktif. Baru ngeh kenapa orang-orang rela begadang untuk nyelesaiin tugas-tugasnya. Sekarang tau alasannya. Karena kita semakin menua tapi belum tentu dewasa. Karena kita terlalu banyak teori tapi belum ada action -nya. Mungkin bukan kita, tapi saya lebih tepatnya. Dua puluh tiga tahun. Itu target yang diset buat aktualisasi diri. Waktu pembuktian buat jadi seseorang. Dan entah kabar baik atau buruk, 23 tahun itu sebentar lagi. Kalau ditanya mau jadi apa nantinya, saya pun masih bingung. Masih mencari mimpi-mimpi baru di tempat ini. Masih perlu eksplorasi lebih banyak hal lagi ...
Kalau terus ngebandingin sama tetangga sebelah mah emang nggak ada habisnya Dia yang lomba di sini, exchange di situ, konferensi di sana Kita emang nggak pernah tau kapan kesempatan bakal dateng ke kita Nggak pernah tau di mana rezeki kita Yang kita bisa lakuin ya cuma berusaha dan berdo'a Udah itu aja Selebihnya mah urusan Yang Maha Segalanya :)

First We Need The Love - Zain Bhikha ft. Rashid Bhikha

As we sail, across the sea of life So much pain, warring divides It’s a shame; we don’t see how it can be Oh we need to smile at each other Reach for your brother Help one another, all/what we need is love Oh we need to honor our mothers Shelter our sisters Alter existence, God’s help will come from up above But, First we need the love All the games people playing now Fuel the flames, hatred devours Lets spark a change, that’s within all of us I am in the birds I am in the trees from the brown branches to the the green leaves I'm colorful spectrum infinite I touch all indiscriminate breed compassion and sentiment limitless in my power to heal the hearts of men but they are so forgetful that's why I remind on an instrumental this life is a trial can never the let the test effect your smile reach for your brother go the extra mile kiss for ya mother hug your sister let your wife know that you miss her know that you can never give up when you fall to the floor I'm t...