Yay! posting lagi. Mau cerita pengalaman hari Kamis. Jadi, kemaren tuh beberapa SC diundang sama PJI buat ikut Job Shadow di General Electric a.k.a GE. Nah, saya dan temen-temen lainnya dari SMANSA termasuk salah satu SC yang diundang pada hari itu. Singkat cerita, banyak banget hal baru yang inspiring, motivating, dan open minding banget tentang kretifitas, inovasi dan hal-hal lain yang berhubungan dengan dunia kerja maupun cita-cita kita di masa depan.
Yang membuat saya kagum dengan perusahaan ini adalah integritas yang diutamakan, bukan cuma angka dan uang. Saya juga baru tahu kalo GE, seperti perusahaan Amerika lainnya, punya aturan khusus tentang korupsi. Jadi kalo misalnya karyawannya mau ketemuan sama kliennya, pas lagi makan siang atau jam makan lainnya, si karyawan nggak boleh ngebayarin makanan klien tersebut. Even harganya murah banget atau maksudnya bukan mau nyogok atau apa. Bayarain makan itu lumrah banget kan di Indonesia? Ternyata, mereka beralasan kalo itu termasuk gratifikasi. Katanya, "It's the matter of do the right things, not about do the things right." mereka lebih baik kalah tender dibanding menggadaikan integritas yang udah mereka bangun semenjak didirikan oleh founder nya yaitu Thomas Alfa Edison. Menurut mereka juga, orang Indonesia itu lebih percaya produk buatan luar negeri langsung. Contohnya aja, perusahaan biasanya menyuplai mesin, baru dirakit di Indonesia. Tapi klien mereka maunya yang langsung dari Amerika dan berpikir kalo produk luar itu lebih bagus dari produk Indonesia. Padahal, dengan dirakit di Indonesia, bangsa kita ini bisa dapet nilai tambah yang lebih daripada beli barang jadi.
Sebenarnya masih banyak hal yang positif dan bisa dijadikan pelajaran dari kegiatan job shadow ini. Mungkin sekian dulu cerita dari saya. Semoga bermanfaat :)
Yang membuat saya kagum dengan perusahaan ini adalah integritas yang diutamakan, bukan cuma angka dan uang. Saya juga baru tahu kalo GE, seperti perusahaan Amerika lainnya, punya aturan khusus tentang korupsi. Jadi kalo misalnya karyawannya mau ketemuan sama kliennya, pas lagi makan siang atau jam makan lainnya, si karyawan nggak boleh ngebayarin makanan klien tersebut. Even harganya murah banget atau maksudnya bukan mau nyogok atau apa. Bayarain makan itu lumrah banget kan di Indonesia? Ternyata, mereka beralasan kalo itu termasuk gratifikasi. Katanya, "It's the matter of do the right things, not about do the things right." mereka lebih baik kalah tender dibanding menggadaikan integritas yang udah mereka bangun semenjak didirikan oleh founder nya yaitu Thomas Alfa Edison. Menurut mereka juga, orang Indonesia itu lebih percaya produk buatan luar negeri langsung. Contohnya aja, perusahaan biasanya menyuplai mesin, baru dirakit di Indonesia. Tapi klien mereka maunya yang langsung dari Amerika dan berpikir kalo produk luar itu lebih bagus dari produk Indonesia. Padahal, dengan dirakit di Indonesia, bangsa kita ini bisa dapet nilai tambah yang lebih daripada beli barang jadi.
Sebenarnya masih banyak hal yang positif dan bisa dijadikan pelajaran dari kegiatan job shadow ini. Mungkin sekian dulu cerita dari saya. Semoga bermanfaat :)
Komentar
Posting Komentar